ILMU SOSIAL DASAR
Nama : Dimas Satria Nugraha
Kelas : 1IA22
NPM : 52416063
PEMUDA DAN
SOSIALISASI
Interlinalisasi dan spesialisasi belajar
Internalisasi adalah perubahan
dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses
yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk
keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi
dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan
dilingkungan itu.
Definisi
pemuda
Definisi yang pertama,
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami
perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional,
sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun
masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi
sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan
batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau
remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985,
mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi
yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan
bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil.
Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.Sedangkan menurut draft
RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun.
Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis
dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda
dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang
berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam
kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan
kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda
memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi
teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel.
Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat
pembaharu dan progresif.
Pengertian Sosialisasi
Seperti yang disinggung
di pendahuluan di atas, sosialisasi merupakan proses belajar mengajar mengenai pola-pola
tindakan interaksi dalam masyarakat sesuai dengan peran dan status sosial yang
dijalankan masing-masing. Dengan proses itu, individu akan mengetahui dan
menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran status masing-masing dan
kebudayaan suatu masyarakat.
Melalui proses belajar
semacam ini, seseorang juga mempelajari kebiasaan-kebiasaan, norma-norma,
perilaku, peran, dan semua aturan yang berlaku di masyarakat. Proses
mempelajari unsur-unsur budaya suatu masyarakat inilah yang disebut dengan sosialisasi.
1. Soejono Dirdjosisworo
Menurut pendapat Soejono
Dirdjosisworo (1985), sosialisasi mengandung tiga pengertian penting, yaitu:
o Proses sosialisasi
adalah proses belajar, yaitu suatu proses akomodasi yang mana individu menahan,
mengubah impulsimpuls dalam dirinya dan mengambil cara hidup atau kebudayaan
masyarakatnya.
o Dalam proses sosialisasi
itu individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai dan tingkah
laku, dan ukuran kepatuhan tingkah laku di dalam masyarakat di mana ia hidup.
o Semua sifat dan
kecakapan yang dipelajari dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan
sebagai suatu kesatuan dalam diri pribadinya.
2. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah
sebuah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri
terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia
dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
3. Peter L. Berger
Sosialisasi adalah suatu
proses seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam
masyarakat.
Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
1. Tahapan Persiapan >
Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai
mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah,
media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak
sempurna.
2. Tahapan Meniru > Di
mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang
dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan
oleh orang tuanya.
3. Tahapan Siap Bertindak
> Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri
yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun
dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam
bersosialisasi.
4. Tahapan Norma
Kolektif > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya
sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya,
memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang
yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.
Peranan Sosial Mahasiswa di dalam Masyarakat
Pemikiran
kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para
mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat
realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa
untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang
tiga fungsi strategis, yaitu :
1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social
control)
2. sebagai agen perubahan (agent of change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron
stock)
Mahasiswa
dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum
akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa.
Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat
diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat
menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampusyang harmonis serta juga kehidupan
diluar kampus.
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
• Secara santun tanpa mengurangi esensi dan
agenda yang diperjuangkan.
• Semangat mengawal dan mengawasi jalannya
reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
• Sikap kritis harus tetap ada dalam diri
mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang
terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau
harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan
Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong
bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam kehidupan politik.
1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh
pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama
menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami
proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.
3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang
unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari
berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus
sehari-hari.
4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki
lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam
masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
Pada
saat generasi yang memimpin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah
kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila
hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah
mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti?
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing .
Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa.
1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
a. Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah
salah satu faktor untuk sukses pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu
untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya, Karena soft skill hampir
80 % menentukan keberhasilan seseorang.
b. Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang
mahasiswa.
• Manajemen waktu, dan Kepemimpinan (leadership)
• Tingkat kepercayaan yang tinggi (self
confidence)
• Selera humor yang tinggi (sense of humor)
• Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual
capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
Kemampuan
intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan
seseorang. Jika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka kita
akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi banyak
orang yang penting tapi sedikit yang baik.
Peranan pemuda dalam
sosialisasi bermasyrakat sungguh menurun dratis, dulu biasanya setiap ada
kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, adat istiadat
biasanya yang berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut adalah pemuda
sekitar. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan, selalu bermain-main dan
bahkan ketua RT/RW nya saja dia tidak tahu. Kini pemuda pemudi kita lebih
suka peranan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Lebih suka nge Facebook,
lebih suka aktif di mailing list, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat
untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan, Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi
adalah Negara. Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan
masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat
dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan
negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat
madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak. jadi
intinya peran pemuda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan, banyak pemuda
sekarang yang jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar
padahal dari pemuda lah timbul semangat-semangat yang dapat membuat sebuah
bangsa menjadi besar. Berkurangnya rasa sosialisasi di masyakat juga tidak
lepas dari kecanggihan teknologi sekarang yang semuanya serba instant, mudah
dan cepat tanpa harus bersusah payah. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa
kenyataannya masih ada pemuda-pemuda yang mengikuti kegiatan-kegiatan
masyarakat seperti menjadi panitia-panitia dalam keagamaan, sosial, perayaan
dan semacamnya. Peran pemuda dalam masyarakat dapat ditingkatkan dengan
mengadakan acara-acara atau kumpul untuk para pemudanya agar lebih
bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat sekitar. Semoga cita-cita dan
perjuangan para pahlawan dahulu untuk memerdekakan bangsa ini dapat terwujud
dengan pemudanya yang turut berperan aktif dalam masyarakat.
Dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat sangat membutuhkan sekali peran pemuda untuk kemajuan
kedepannya. Apa arti pemuda? pemuda adalah sosok individu yang masih
berproduktif yang mempunyai jiwa optimis, berfikir maju, dan berintelegtual.
Dan hal yang paling menonjol dari pemuda ialah dengan cara melakukan perubahan
menjadi lebih baik dan menjadi lebih maju. Dengan semangat 45 pemuda bisa
merubah segalanya menjadi lebih baik. perubahan hampir selalu di majukan oleh
para golongan muda. pemuda merupakan pilar bagi kebangkitan umat. banyak
kewajiban pemuda yaitu tanggung jawab. kebaikan akan membuat mereka jaya
diduniannya contoh dari peran pemuda dalam masyarakat ialah
1) pemuda dalam
mencegah HIV
2) kepemimpinan dalam
negara dan lain lain
Pemuda dan Identitas
Masalah
generasi muda
Berbagai permasalahan generasi muda yang
muncul pada saat ini antara lain:
• Dirasa
menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat
termasuk generasi muda.
•
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
• Belum
seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang
tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah
yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda
sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
•
Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat
pengangguran /setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan
berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan
pembangunan nasional serta dapat menimbulkan
berbagai problem sosial lainnya.
•
Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan
dan pertumbuhan badan di kalangan
generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya daya beli dan kurangnya
perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan masyarakat yang
berpenghasilan rendah.
• Masih
banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah
pedesaan.
•
Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan
keluarga.
•
Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
• Belum
adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dan ada juga masalah lain yaitu:
•
Kebutuhan Akan Figur Teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan
nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada
hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yang tinggal hanya kata-kata indah.
• Sikap
Apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan
untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di
dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang
terjadi di masyarakatnya.
•
Kecemasan dan Kurangnya Harga Diri
Kata stess atau frustasi semakin umum
dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya
dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang,
seks dan lainnya).
•
Ketidakmampuan untuk Terlibat
Kecenderungan untuk
mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja
sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi
dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau
malahan dengan uang.
•
Perasaan Tidak Berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul
pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir
masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis
yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di
tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya
menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau
ijasah.
•
Pemujaan Akan Pengalaman
Sebagian besar tindakan-tindakan
negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya
berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini
memberikan pandangan yang keliru tentang pengalaman.
Potensi
generasi muda
Potensi-potensi yang terdapat
pada generasi muda perlu dikembangkan adalah:
• Idealisme dan daya kritis
• Dinamika dan kreativitas
• Keberanian Mengambil Resiko
• Opimis dan kegairahan semangat
• Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab
• Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
• Patriotisme dan Nasionalisme
• Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi
Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi
kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan
kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan
mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan
pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
Pengabdian Pemuda terhadap masyarakat
Pada hakikatnya mahasiswa
memiliki peran pengabdian masyarakat yaitu sebagai agent of change, Iron stock, dan Social Control. Dalam
implementasinya, mahasiswa harus memiliki langkah strategis untuk menciptakan
perubahan tersebut. Berdasarkan kondisi kampus sudah dipersiapkan dalam bidang
kajian yang berbeda-beda dapat diklasifikasikan meliputi: keteknologian, sosial
budaya, hukum dan politik, serta perekonomian.
Mulai dari keteknologian,
mahasiswa teknik harus mengambil peran sebagai pioner dalam pengembangan
teknologi bangsa. Misalkan dalam tata ruang kota, mahasiswa dapat menjadi
pioner pengembangan kota tropis dana dapat mengembangkan pola arsitektur yang
bersifat tradisional. Selain itu, kajian dalam bidang keteknologian ini
memiliki peran yang luas, baik dalam teknologi bangsa, maupun untuk
menganalisis permasalahan yang terdapat di negara kita, seperti banjir,
kemacetan, energi listrik, dan lain-lain.
Dalam bidang ekonomi, mahasiswa tentunya harus
mampu menganalisa sistem ekonomi yang ideal untuk bangsa kita. Salah satunya
adalah sistem ekonomi syariah. Selanjutnya dalam bidang hukum dan politik,
mahasiswa harusnya memiliki idealisme tinggi untuk menciptakan sistem hukum
yang baik dalam pemerintahan di Indonesia. Semua bidang kajian itu ternyata
dapat disatu padukan untuk menganalisis permasalahan bangsa dilihat dalam
berbagai sudut pandang. Dan yang perlu diingat di sini adalah bahwa mahasiswa
maupun pemuda harus memiliki dasar moral yang baik dan jiwa religius agar
langkahnya benar-benar terarah. Hal tersebut akan menjadi pilar utama dalam
mewujudkan kesejahteraan bangsa menuju bangsa yang cerdas dan didasari
religiusitas.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar